@adharta.com
Selamat pagi di akhir pekan! Semua sahabat, mari kita berdoa sejenak buat anak-anak kita, yang menjadi korban penembakan di Connecticut Amerika Serikat.
Berita di atas sangat mengejutkan hati. Bayangkan anak-anak yang masih polos dan lugu harus menjadi korban kekerasan oleh orang gila. Sejam setelah peristiwa itu terjadi demonstrasi di Gedung putih menuntut presiden Barrack Obama untuk membatasi dan mengawasi peredaran senjata!
Kita di Indonesia sebagian besar tidak mengambil peduli, tetapi beberapa Gereja langsung mengadakan kebaktian penghormatan arwah, sekaligus pernyataan soidaritas. Terus terang saya juga sedih sekali dan sangat tersentuh karena mendengar berita ini. Bagi saya ini berita biasa yang menjadi luar biasa karena dilakukan terhadap anak-anak yang tidak berdosa, masih mempunyai masa depan yang terbentang luas, serta juga masih tidak tahu apa-apa tentang kekerasan.
Di sisi lain yang membunuh sudah bunuh diri, habislah sudah tidak ada yang dituntut. Pertanyaan yang datang berulang-ulang adalah mengapa harus terjadi? Mengutip ucapan Wali Kota Connecticut setelah kejadian. Mr. Dan Malloy yang mengatakan bahwa kota kita dikunjungi Iblis! Pembunuhan massal mengingatkan kita akan peristiwa Jim Jones yang mengajak umatnya 200 orang lebih meminum racun sianida dan masih bisa kita saksikan dalam perjalanan sejarah terjadi pembunuhan dengan senjata.
Hidup kita dipenuhi oleh kekuatan-kekuatan yang berada di luar kontrol manusia, seperti faktor kejiwaan, faktor tekanan, dan yang kita namakan pengaruh kuasa gelap atau kuasa kegelapan. Hal ini perlu kita pelajari dengan sadar bahwa kejadian tersebut bisa sewaktu-waktu terjadi dalam keluarga dan dalam lingkungan kita. Untuk itu kita tidak henti-hentinya berdoa mohon perlindungan Tuhan agar kita terhindar dari segala malapetaka.
Aksi penembakan yang terjadi di SD Sandy Hook, adalah salah satu kejadian yang tak terduga, apa lagi yang jadi korban adalah anak-anak. Sangat di sayang hal tersebut harus terjadi, apalagi pelaku setelah melakukan aksi nya langsung bunuh diri, jadi tidak ada yang mempertanggung jawabkan kejadian tersebut.
BalasHapusEntah apa yang ada di benak si pelaku pada saat itu hingga tega melakukan perbuatan keji tersebut, semoga hal tersebut tidak terjadi juga di Indonesia.